Jenis-jenis Penyakit Kulit yang Biasa Terjadi pada Anak

Kulit Gatal Pada Anak

 

Penyakit kulit bisa diderita oleh orang dewasa maupun anak-anak. Gejala yang muncul biasanya berupa ruam dan gatal-gatal karena iritasi dan alergi terkait respons terhadap lingkungan, produk pembersih, dan makanan.

Kulit adalah bagian sensitif dari tubuh dan sulit untuk ditangani jika ada masalah terjadi, terutama pada anak-anak, karena mereka masih kecil dan ketahanan tubuh mereka pun masih lemah. Untuk mengobatinya pun kita harus tau penyebab penyakit kulit yang terjadi pada anak agar lebih mudah ditangani.

Jenis-jenis Penyakit Kulit

Berikut adalah beberapa jenis penyakit kulit yang sering terjadi pada anak-anak:

  • Ruam popok

Ruam popok adalah peradangan pada daerah yang tertutup popok, seperti bokong dan lipatan paha. Penyakit ini muncul akibat terlalu lama bersentuhan dengan air kencing dan tinja, atau iritasi terhadap bahan tertentu pada popok. Kondisi berikut meningkatkan risiko terjadinya ruam popok:

    • Pemakaian popok terlalu lama.
    • Anak mengalami diare atau sering buang air besar.
    • Kulit anak sering basah atau berkeringat.

Setiap bayi pasti akan mengalami ruam popok karena kondisi ini wajar dan tidak berbahaya. Namun, Ruam popok bayi dapat menyebabkan demam jika tidak diatasi lebih cepat.

  • Dermatitis

Dermatitis adalah suatu kondisi di mana terjadi peradangan pada kulit yang menyebabkan ruam yang gatal sehingga kulit membengkak dan memerah. Kulit yang terkena dermatitis biasanya melepuh, mengeluarkan cairan, mengembangkan kerak, bahkan mengelupas.

Dermatitis dibagi menjadi empat, yaitu:

    • Dermatitis Atopik (Eksim)
      Biasanya, kondisi ini dimulai pada masa bayi di mana terjadi ruam merah dan sensasi gatal pada kulit menekuk, seperti disiku, belakang lutut, dan di area depan leher. Ketika tergores, ruam dapat mengeluarkan cairan dan mengeras. Penyebabnya adalah penggunaan sabun ataupun deterjen yang tidak sesuai, stres, kelembapan rendah, cuaca dingin serta pemicu-pemicu yang sifatnya lebih personal lainnya.
    • Dermatitis Kontak
      Dermatitis kontak adalah ruam merah dan gatal yang disebabkan oleh kontak langsung dengan suatu zat atau reaksi alergi terhadapnya. Ruam tidak menular atau mengancam jiwa, tetapi bisa sangat tidak nyaman. Banyak zat dapat menyebabkan reaksi seperti itu, termasuk sabun, kosmetik, wewangian, perhiasan, dan tanaman tertentu.
    • Dermatitis Seboroik
      Efek dermatitis jenis ini menyebabkan kulit mengalami bercak bersisik, kulit memerah, bahkan ketombe yang membandel. Biasanya, terjadi di area kulit yang berminyak, seperti wajah, dada bagian atas, dan punggung. Selain itu, orang yang mengalami dermatitis seboroik rentan mengalami pengulangan setiap kali sembuh.
    • Dermatitis Stasis
      Dermatitis jenis ini juga kerap disebut dengan dermatitis gravitasi, eksim vena, dan dermatitis stasis vena. Dermatitis stasis paling sering terjadi di kaki bagian bawah karena vena kaki memiliki katup satu arah yang memainkan peran penting dalam sirkulasi darah. Katup ini mendorong darah ke atas kaki. Seiring bertambahnya usia, katup ini dapat melemah dan berhenti bekerja dengan baik. Beberapa darah bisa bocor keluar dan menggenang di kaki. Dokter kulit kamu mungkin menyebut ini sebagai insufisiensi vena.Kondisi ini berkembang pada orang yang memiliki sirkulasi darah yang buruk. Oleh karena aliran darah yang buruk biasanya terjadi di kaki bagian bawah adalah tempat dermatitis stasis sering berkembang. Kondisi ini bisa terjadi pada satu atau kedua kaki. Dermatitis stasis dapat berkembang di bagian tubuh yang lain, tetapi ini jarang terjadi.
  • Campak

Campak bisa menular dan sangat berbahaya. Penyakit ini bisa membuat komplikasi yang berbahaya seperti pneumonia (peradangan pada paru-paru). Gejala campak adalah mata merah serta mata sensitif terhadap cahaya, radang tenggorokan, demam pada tubuh, hidung pilek dan tersumbat, pada tenggorokan terdapat bercak putih ke abu – abuan. Dampak campak atau efek yang ditimbulkan ialah kekebalan tubuh akan menurun karena infeksi dari virus campak. Perlu konsultasi lebih lanjut ke dokter jika terdapat gejala – gejala diatas.

Kini sudah ada vaksinasi campak sebagai langkah pencegahan. Pemberian vaksin campak pada anak-anak dapat meminimalkan risiko terkena penyakit ini.

  • Kutil

Kutil merupakan pertumbuhan kulit yang disebabkan oleh virus HPV (human pappillomavirus). Ada lebih dari 60 jenis virus HPV, namun hanya sebagian yang menyebabkan tumbuhnya kutil pada kulit. Penyakit ini dapat menular melalui kontak fisik langsung pada kulit. Kutil pada anak dapat muncul pada muncul di jari, telapak tangan, telapak kaki, lutut, ataupun siku.

  • Cacar

Cacar merupakan penyakit yang sangat menular dan menyebar begitu cepatnya, serta meninggalkan rasa gatal serta bintik-bintik merah di sekujur tubuh.

Cacar dibagi menjadi tiga, yaitu:

    • Cacar Air
      Cacar air adalah penyakit yang sangat umum menimpa anak-anak, namun bisa juga terjadi pada orang dewasa. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus yang bernama varicella-zoster virus. Gejala cacar air biasanya berupa demam panas disertai muncul ruam di kulit. Ruam sendiri muncul dalam bentuk melepuh seperti tetesan embun, bintik-bintik, dan koreng.
      Biasanya cacar air menimpa anak selama seminggu dan bisa menular kepada anak lain dalam waktu cepat. Beruntung kini ada vaksinasi yang sudah dilakukan secara luas, sehingga penyakit kulit ini semakin jarang diderita oleh anak-anak.
    • Cacar Api.
      Biasa disebut sebagai cacar ular. Cacar api adalah suatu kondisi yang tidak berbeda jauh dengan cacar air. Yang berbeda ialah, cacar api ini dapat sembuh sendiri dalam 14 – 28 hari. Penyebab cacar api ini disebabkan oleh virus yang sama dengan cacar air, yaitu Varicella Zooster. Gejala cacar api sendiri ialah demam, badan yang menggigil, kepala terasa sakit dan nyeri pada semua tubuh.
    • Cacar Monyet
      Cacar monyet adalah infeksi virus yang ditandai dengna bintil bernanah di kulit. Gejala serupa dengan cacar air, yaitu bintil berair. Seiring perkembangan penyakit, bintil berair berubah menjadi bernanah serta menimbulkan benjolan di leher, ketiak, atau selangkangan akibat pembengkakan kelenjar getah bening. Biasanya akan muncul 5-21 hari setelah terinfeksi. Penyakit ini dapat menular dari orang ke orang, namun sumber utamanya adalah hewan pengerat dan primata, seperti tikus, tupai, dan monyet yang terinfeksi.Penyakit cacar monyet disebabkan oleh virus monkeypox, menyebar melalui percikan liur penderita. Selain itu, penularan juga dapat melalui benda yang terkontaminasi, misalnya pakaian penderita. Meski begitu, penularan dari manusia ke manusia ini terbatas dan membutuhkan kontak yang lama.
      Penularan cacar monyet awalnya terjadi dari hewan ke manusia, yaitu melalui cakaran atau gigitan hewan yang terinfeksi virus monkeypox, seperti monyet atau tupai. selain tercakar atau tergigit, terpapar cairan tubuh hewan ini secara langsung atau melalui benda yang terkontaminasi juga dapat membuat seseorang tertular penyakit cacar monyet.
  • Biang keringat

Satu lagi jenis penyakit kulit yang sering menyerang tubuh anak-anak adalah biang keringat. Hal ini disebabkan oleh penyumbatan pada pori-pori kulit sehingga keringat tidak dapat keluar. Biang keringat kemudian akan menyebabkan munculnya bintik-bintik seperti jerawat yang memenuhi bagian leher dan kepala. Biasanya penyakit ini akan hilang dengan sendirinya. Orang tua harus memakaikan pakaian yang nyaman dan dapat menyerap keringat agar biang keringat tidak bertambah parah.

  • Alergi karena air liur

Jenis penyakit kulit pada bayi dan anak berikutnya adalah alergi terhadap air liur yang membasahi mulut dan dagu. Saat terjadi kontak dengan air liur, bayi dan anak yang memiliki alergi ini akan mengalami ruam kemerahan dan munculnya benjolan-benjolan kecil di mulut, dagu, dan dada.

Alergi terhadap air liur kadang tidak disadari oleh orang tua. Ruam dan benjolan kecil yang muncul sering dianggap sebagai reaksi alergi akibat makanan yang dikonsumsi oleh bayi dan anak.

Alergi air liur sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan. Namun bila ruam yang muncul terlihat berkerak atau berwarna kuning, Anda perlu segera memeriksanya ke dokter karena ini bisa menandakan adanya infeksi.

  • Biduran

Biduran merupakan salah satu jenis alergi kulit pada anak yang dapat dipicu oleh banyak faktor, mulai dari gigitan atau sengatan serangga, bahan lateks, air liur atau bulu hewan, infeksi virus, obat antibiotik, hingga makanan, seperti susu, telur, kacang, atau seafood.

Biduran dapat ditandai dengan munculnya bentol merah yang terasa gatal di beberapa bagian tubuh. Bentol merah akibat biduran bisa muncul secara tiba-tiba dan mereda dalam waktu beberapa menit hingga beberapa jam. Namun, bisa pula timbul perlahan dan menetap selama beberapa hari atau bahkan berminggu-minggu.

  • Kurap

Dalam bahasa Inggris, kurap dikenal dengan nama ringworm. Meski demikian, cacing pita bukanlah penyebab penyakit ini. Kurap disebabkan oleh adanya jamur yang hidup dari kulit mati, rambut, dan jaringan kuku.

Mula-mulanya, akan ada bercak kemerahan, bersisik atau tonjolan. Lalu, tanda merah cincin yang gatal. Kurap dapat menular melalui kontak fisik dengan manusia atau binatang.

Anak-anak mungkin terkena kurap dari handuk atau peralatan olahraga yang dikenakan bersama. Biasanya, dokter akan menyarankan penggunaan krim antijamur.

  • Ruam Panas

Ruam panas pada anak nampak seperti jerawat merah kecil. Anda bisa melihatnya di bagian kepala, leher, dan bahu bayi. Ruam biasanya terjadi ketika orangtua mendandani anaknya dengan pakaian yang terlalu hangat. Namun, jenis ruam ini juga bisa terjadi saat cuaca sedang sangat panas. Pakaikan bayi Anda satu lapisan lebih dari pakaian yang Anda kenakan. Tidak masalah jika kaki dan tangannya terasa dingin sedikit saat disentuh.

  • Rubella

Atau biasa disebut campak jerman. penyakit ini diakibatkan oleh virus rubella dan sangat mudah menyebar. Rubella dapat menyebar dengan hanya menghirup udara dari air liur yang dikeluarkan pasien ketika batuk atau juga bersin. Jangan menggunakan peralatan makan atau minum yang sama dengan penderita penyakit rubella. Gejala rubella adalah ruam atau muka kemerahan pada wajah dan menyebar ke seluruh tubuh, Baik itu pada badan, tangan, muka, hingga ujung jari kaki. Penderita penyakit rubella tidak akan memiliki nafsu makan, mata iritasi, dan sakit yang amat pada persendian.Cara menyembuhkan penyakit rubella ialah dapat dilakukan sendiri dirumah tanpa bantuan dokter.

  • Impetigo

Kondisi ini merupakan jenis penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi bakteri dan bisa disembuhkan dengan pemberian antibiotik. Penyakit ini umumnya menyerang daerah sekitar mulut dan hidung anak, meski mungkin juga muncul di bagian tubuh lain. Ciri impetigo adalah muncul ruam yang mengeluarkan cairan kekuningan. Cairan ini kemudian bisa berubah menjadi kerak berwarna kekuningan. Jika digaruk, penyakit ini bisa menyebar dan menjadi makin parah.

Impetigo, yang disebabkan oleh bakteri, menyebabkan timbulnya luka merah atau lecet. Kemudian, impetigo ini bisa pecah, mengeluarkan cairan, dan kemudian timbul kerak kuning-coklat. Luka bisa muncul di seluruh tubuh tetapi kebanyakan di sekitar mulut dan hidung.

Impetigo dapat menyebar melalui kontak dekat atau dengan penggunaan handuk dan mainan bersama-sama. Meski gatal, usahakan jangan menggaruk karena akan membuat penyakit ini menyebar ke bagian tubuh lain. Untuk mengobatinya, gunakan salep antibiotik atau antibiotik oral.

  • Demam Scarlet

Demam scarlet adalah radang tenggorokan dengan ruam. Gejala demam ini termasuk sakit tenggorokan, demam, sakit kepala, nyeri perut, dan membengkaknya kelenjar leher. Setelah 1-2 hari, ruam merah dengan tekstur yang kasar akan muncul. Namun, setelah 7-14 hari, ruamnya akan hilang.

Demam scarlet sangat menular, jadi seringlah mencuci tangan agar penyakit initidak menyebar. Hubungi dokter anak Anda jika Anda merasa anak Anda mengalami gejala-gejalanya. Dokter kemungkinan akan memberikan antibiotik pada anak.

  • Intertrigo

Kemerahan yang terjadi pada lipatan-lipatan dalam tubuh, biasanya terletak di bagian paha, ketiak, dan perut. Lipatan akan membuat kulit berwarna merah, dan juga gatal, dan rasa sakit akan muncul ketika terjadinya gesekan. Pada umumnya terjadi kepada Si Kecil yang agak gemuk. Penyebabnya karena kelebihan lipatan pada bayi, dan juga kurangnya udara yang masuk ke sela-sela tubuh bayi, sehingga terjadinya kelembabab. Cara menghilangkannya, cuci lipatan-lipatan pada bayi dengan air, dan angin-anginkan sebentar.

  • Seborrhea

Peradangan kulit yang terjadi di bagian atas kulit yang biasanya akan menimbulkan kulit menjadi sisik terjadi pada bagian kulit kepala bayi, wajah, belakang telinga, pipi, dan juga dada. Hal Ini terjadi kepada si Kecil yang berusia dibawah 6 bulan, yang tampak seperti ketombe, sisik kekuningan dan juga berkerak. Cara menghilangkannya, lakukan pengobatan tradisional disertai dengan baby oil, dan juga minyak zaitun.

  • Selulitis

Merupakan suatu kondisi infeksi pada jaringan kulit. Alergi dan penyakit kulit ini cukup serius dan harus segera diatasi. Kulit akan terasa sakit jika dipegang. Terasa panas hingga bahkan akan membengkak dengan munculnya warna kemerahan pada kulit.Selulitis terjadi pada bagian kaki paling sering. Tetapi, dapat terjadi juga pada bagian tubuh apa saja. Alergi kulit ini dapat menyebar dengan cepat ke bagian tubuh lainnya. Bunda harus lebih waspada.

  • Sarkoidosis

Peradangan yang terjadi pada bagian tubuh seperti kulit, paru-paru, hingga mata, disebut sarkoidosis. Gejala sarkoidosis adalah munculnya ruam, luka, dan perubahan warna kulit dan adanya nodul.Sarkoidosis bisa sembuh dengan sendirinya. Tetapi, beberapa kasus ditemukan bahwa sarkoidosis dapat menyebabkan rusaknya organ pada tubuh jika dibiarkan dan tidak diobati.

  • Penyakit Kelima (Fifth Disease)

Penyakit Kelima bersifat menular dan biasanya ditularkan hanya dalam beberapa minggu saja. Penyakit ini dimulai dengan gejala mirip flu. Wajah merona (secara klasik digambarkan sebagai ‘merah merona’) dan diikuti oleh ruam tubuh.

Penyakit ini menyebar melalui batuk dan bersin dan paling menular pada minggu sebelum ruam muncul. Penyakit Kelima bisa sembuh dengan beristirahat, konsumsi cairan, dan obat penghilang rasa sakit.

Jaga selalu tubuh anda dan keluarga anda. Makan-makanan yang bergizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh anda dan keluarga anda agar terhindar dari penyakit. Konsumsi juga vitamin tambahan jika gizi dari makanan tidak tercukupi.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: