Manfaat Antioksidan dan Sumbernya

Antioksidan

 

Pengertian Antioksidan

Antioksidan merupakan senyawa atau zat yang dapat menghambat, menunda, mencegah, atau memperlambat reaksi oksidasi meskipun dalam konsentrasi yang kecil. Senyawa ini dapat ditemui dalam berbagai jenis bahan pangan dan dari hasil sintesis reaksi kimia.

Manfaat

Antioksidan sangat bermanfaat bagi tubuh untuk melindungi atau menetralisir kerusakan sel-sel yang diakibatkan radikal bebas.

Radikal bebas adalah zat yang terbentuk secara alami saat terjadi proses metabolisme didalam tubuh. Selain itu, zat ini juga bisa berasal dari luar tubuh, misalnya dari polusi, asap rokok, pestisida, atau obat-obatan.

Radikal bebas dapat merusak susunan DNA sel, meningkatkan kadar kolesterol jahat di dalam tubuh, menyebabkan peradangan, dan melemahkan daya tahan tubuh. Paparan radikal bebas secara berlebihan dan terus-menerus bisa meningkatkan risiko terjadinya penuaan dini dan beberapa penyakit, seperti penyakit jantung, kanker, dan demensia. Sering terpapar radikal bebas juga bisa membuat tubuh rentan sakit-sakitan.

Oleh sebab itu, tubuh memerlukan antioksidan untuk melawan efek dari paparan radikal bebas tersebut. Beberapa zat yang memiliki sifat antioksidan adalah flavonoid, polifenol, beta karoten, lutein, likopen, selenium, zinc, antosianin (zat warna pada buah dan sayur), serta vitamin A, C, dan E.

Antioksidan Terbagi Menjadi 2, yaitu:

  1. Alami

Adalah zat yang diperoleh secara alami yang sudah ada dalam bahan pangan. Baik itu yang terbentuk dari reaksi-reaksi selama proses pengolahan maupun yang diisolasi dari sumber alami yang tidak dapat dimakan dan digunakan sebagai bahan tambahan makanan. Contoh antioksidan alami antara lain vitamin A, vitamin C, vitamin E, polifenol, glutathion, dan asam ellagic.

  1. Sintetis

Adalah zat yang diperoleh dari hasil sintesis reaksi kimia dan diproduksi untuk tujuan komersial. Contohnya antara lain:

    • Butil Hidroksi Anisol (BHA).
    • Butil Hidroksi Toluen (BHT).
    • Propil Galat.
    • Tert-Butil Hidroksi Quinon (TBHQ).
    • Tokoferol.

Sumber

Sumber makanan bisa diperoleh dari buah, sayur, kacang-kacangan, dan tanaman herbal, seperti rosemary dan keladi tikus. Selain itu, daging tanpa lemak dan ikan juga mengandung antioksidan, namun jumlahnya lebih sedikit dibandingkan rumput laut atau makanan laut selain ikan.

Berikut ini adalah contoh makanannya:

  1. Mangga

Mangga banyak mengandung antioksidan polifenol, beta karoten, serat, dan vitamin C. Kandungan nutrisi yang ada pada mangga tersebut bisa meningkatkan kekebalan tubuh, membantu penyerapan zat besi, dan baik untuk pencernaan. Selain mangga, buah-buahan lain seperti buah aprikot dan buah sirsak juga memiliki kandungan nutrisi serupa dengan antioksidan yang juga tak kalah banyak.

  1. Stroberi

Stroberi mengandung antosianin yang tinggi. Sebuah penelitian membuktikan bahwa kandungan antosianin ini dapat mengurangi risiko penyakit jantung, dengan menurunkan kadar kolesterol jahat di dalam darah dan meningkatkan kadar kolesterol baik.

  1. Bayam

Bayam mengandung berbagai nutrisi dan antioksidan yang cukup tinggi, serta berkalori rendah. Sayur ini merupakan salah satu sumber lutein dan zeaxanthin terbaik, yang berfungsi untuk melindungi mata dari radikal bebas. Sayuran lain seperti brokoli, juga merupakan salah satu sumber antioksidan yang baik.

  1. Teh dan kopi

Tidak hanya nikmat dikonsumsi, teh dan kopi juga mengandung antioksidan yang baik untuk kesehatan. Kedua minuman ini mengandung flavonoid dan polifenol yang bisa membantu melawan kanker serta mencegah penyumbatan pembuluh darah arteri. Kafein yang terdapat pada minuman ini juga dapat membantu mencegah kepikunan. Selain teh dan kopi, antioksidan juga dapat ditemukan pada madu. Namun, madu tidak boleh diberikan pada bayi (anak di bawah 1 tahun). Pemberian madu pada anak sebaiknya diberikan pada anak berusia di atas 2 tahun.

  1. Cokelat hitam (dark chocolate)

Bagi Anda pecinta cokelat, rutinlah mengonsumsi cokelat hitam, sebab cokelat jenis ini mengandung mineral dan antioksidan yang tinggi. Antioksidan yang terkandung dalam cokelat hitam dipercaya mampu mengurangi risiko terkena penyakit jantung dan peradangan.

  1. Makanan laut dan biji-bijian

Makanan laut, seperti kerang dan rumput laut, serta biji-bijian mengandung antioksidan selenium dan zinc. Zat ini memiliki peranan yang penting dalam proses metabolisme tubuh dan mencegah dampak buruk akibat radikal bebas.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: