Tanda Keterlambatan Perkembangan Umum Pada Anak

 

Melihat tumbuh kembang anak yang baik adalah hal yang paling menggembirakan bagi para orang tua. Tetapi Sering kali orang tua tidak menyadari ketika buah hatinya mengalami keterlambatan perkembangan. Tanda Keterlambatan Perkembangan umum pada anak biasa dapat dideteksi dengan mudah, dengan cara melihat tumbuh kembang anak.

Perkembangan setiap anak berbeda-beda. misalnya anak bisa dikatakan tumbuh dengan normal ketika umur 12 bulan sudah bisa mengucapkan kata, “mama”, “papa”, atau kata lainnya yang tidak memiliki arti dan sudah bisa berjalan.

Keterlambatan Perkembangan Umum

Secara Garis Besar Perkembangan Anak Terdiri atas motor kasar, motor halus, bahasa / bicara, dan personal sosial / kemandirian. Keterlambatan Perkembangan Umum atau global developmental delay, biasanya digunakan untuk anak usia dibawah 5 tahun atau golden age, sedangkan untuk anak diatas itu menggunakan istilah Retardasi Mental.

Penyebab keterlambatan perkembangan umum biasanya disebabkan oleh, gangguan genetik atau kromosom seperti down sindrom, gangguan atau infeksi susunan saraf seperti palsi serebral atau CP, spina bifida, Sindrom Rubella.
Selain itu Riwayat bayi risiko tinggi seperti bayi prematur atau kurang bulan, bayi berat lahir rendah, bayi yang mengalami sakit berat pada awal kehidupan sehingga memerlukan perawatan intensif dan lainnya.

Secara umum, orang tua sebaiknya mengenal tanda bahaya (red flags) perkembangan anak, agar anda tahu apakah anak anda tumbuh dengan normal atau tidak.

Berikut adalah tanda bahaya (red flags) perkembangan anak menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI):

Tanda bahaya perkembangan motor kasar

  • Gerakan yang asimetris atau tidak seimbang misalnya antara anggota tubuh bagian kiri dan kanan.
  • Menetapnya refleks primitif (refleks yang muncul saat bayi) hingga lebih dari usia 6 bulan
  • Hiper / hipotonia atau gangguan tonus otot
  • Hiper / hiporefleksia atau gangguan refleks tubuh
  • Adanya gerakan yang tidak terkontrol

Tanda bahaya gangguan motor halus

  • Bayi masih menggenggam setelah usia 4 bulan
  • Adanya dominasi satu tangan (handedness) sebelum usia 1 tahun
  • Eksplorasi oral (seperti memasukkan mainan ke dalam mulut) masih sangat dominan setelah usia 14 bulan
  • Perhatian penglihatan yang inkonsisten

Tanda bahaya bicara dan bahasa (ekspresif)

  • Kurangnya kemampuan menunjuk untuk memperlihatkan ketertarikan terhadap suatu benda pada usia 20 bulan
  • Ketidakmampuan membuat frase yang bermakna setelah 24 bulan
  • Orang tua masih tidak mengerti perkataan anak pada usia 30 bulan

Tanda bahaya bicara dan bahasa (reseptif)

  • Perhatian atau respons yang tidak konsisten terhadap suara atau bunyi, misalnya saat dipanggil tidak selalu member respons
  • Kurangnya join attention atau kemampuan berbagi perhatian atau ketertarikan dengan orang lain pada usia 20 bulan
  • Sering mengulang ucapan orang lain (membeo) setelah usia 30 bulan

Tanda bahaya gangguan sosio-emosional

  • 6 bulan: jarang senyum atau ekspresi kesenangan lain
  • 9 bulan: kurang bersuara dan menunjukkan ekspresi wajah
  • 12 bulan: tidak merespon panggilan namanya
  • 15 bulan: belum ada kata
  • 18 bulan: tidak bisa bermain pura-pura
  • 24 bulan: belum ada gabungan 2 kata yang berarti
  • Segala usia: tidak adanya babbling, bicara dan kemampuan bersosialisasi / interaksi

Tanda bahaya gangguan kognitif

  • 2 bulan: kurangnya fixation
  • 4 bulan: kurangnya kemampuan mata mengikuti gerak benda
  • 6 bulan: belum berespons atau mencari sumber suara
  • 9 bulan: belum babbling seperti mama, baba
  • 24 bulan: belum ada kata berarti
  • 36 bulan: belum dapat merangkai 3 kata

Sekitar 5-10% anak diperkirakan mengalami keterlambatan perkembangan. Data ini belum diketahu dengan pasti, namun diperkirakan sekitar 1-3% anak di bawah usia 5 tahun mengalami keterlambatan perkembangan umum. Oleh karena itu, orang tua wajib memantau terus tumbuh kembang anaknya.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: