Hepatitis B – Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Hepatitis B

 

Pengertian Hepatitis B

Hepatitis B merupakan Penyakit menular yang disebabkan oleh virus hepatitis B yang dapat menyebabkan peradangan organ hati. Infeksi virus ini dibagi dua macam, yaitu:

  • Infeksi Akut: Infeksi yang bersifat sementara, biasanya akan sembuh sendiri tanpa perawatan khusus. Biasanya terjadi selama 6 bulan. Infeksi Akut dapat menjadi Kronis tapi tidak selalu terjadi.
  • Infesi Kronis: Infeksi yang terjadi dalam jangka panjang, karena virus bertahan dalam tubuh seseorang.

 

Gejala

Gejala Penyakit ini sering kali tidak muncul sehingga penderitanyanya tidak menyadari bahwa dia telah terinfeksi, tetapi biasanya gejala akan tetap muncul setelah 1-5 bulan setelah terinfeksi. Gejalanya antara lain yaitu:

  • Mual
  • Ruam
  • Lemas
  • Muntah
  • Gatal-gatal
  • Nyeri Perut
  • Nyeri Sendi
  • Sakit Kepala
  • Demam Ringan
  • Penyakit Kuning
  • Hilang Nafsu Makan
  • Feses Berwarna Pucat
  • Warna Urin Gelap Seperti Teh
  • Pembulu Darah Terlihat Seperti Laba-laba Pada Kulit (Spider Anigoma)

 

Penyebab

Penularan Virus ini disebabkan oleh beberapa hal, yaitu:

  • Melalui hubungan seksual, berganti-ganti pasangan maupun melakukan dengan penderita.
  • Berbagi jarum suntik dengan penderita.
  • Bayi yang lahir dari ibu yang menderita hepatitis B.
  • Menular melalu cairan tubuh lainnya, seperti darah, ludah, ASI, Sperma, Cairan Vagina.

Selain itu, pekerja medis yang kerjanya berhubungan dengan darah atau cairan tubuh lainnya dan berpergian ke daerah yang tinggi akan infeksi hepatitis B juga dapat menyebabkan terpapar penyakit ini.

 

Pengobatan

Untuk Infeksi Akut tidak ada penganan khususnya, karena infeksi akan sembuh dengan sendirinya. Penanganan akan dilakukan kepada penderita Infeksi Kronis. Salah satu dengan pemberian obat antivirus. Pemberian obat ini bertujuan untuk mencegah perkembangan virus, bukan untuk menghilangkan virus. Oleh karena itu, penderita Infeksi Kronis wajib kontrol berkala ke dokter untuk melihat perkembangan penyakit dan mengevaluasi pengobatan.

 

Pencegahan

Pencegahan yang paling utama dilakukan adalah dengan pemberian vaksin hepatitis B. Vaksin ini wajib diberikan kepada anak-anak sesuai jadwal untuk mencegah terjadinya penularan virus hepatitis B. Efeknya pun tidak akan bertahan seumur hidup, karena itu vaksin wajib diberikan lagi ketika anak dewasa. Selain itu, melakukan hubungan seksual yang aman dan tidak menggunakan jarum suntik yang sama dengan penderita juga salah satu tindakan pencegahan.

 


Sumber: Alodokter, IDAI

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: