Terlambat Bicara atau Speech Delay, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Terlambat Bicara atau Speech Delay

Adalah kondisi dimana anak mendapatkan kesulitan dalam hal mengekspresikan perasaan atau keinginannya. Terlambat Bicara atau Speech Delay sering dianggap remeh oleh banyak orang, karena hal ini sudah dianggap wajar bagi para orang tua di Indonesia. Hal ini juga disebabkan ketidaktahuan akibat buruk yang bisa terjadi jika anak mengalami Terlambat Bicara atau Speech Delay. Lantas apa saja penyebabnya dan cara mengatasinya mari kita bahas.

terlambat bicara

 

Patokan

Sebelum kita membahas apa saja penyebab dan cara mengatasinya, alangkah baiknya kita mengetahui patokan atau deteksi dini kemampuan bicara pada anak, adalah sebagai berikut:

  • Usia 6 Bulan

Biasanya mengeluarkan kata yang tidak memiliki arti seperti “Ba-ba-ba”, “Da-da-da”, atau disebut dengan istilah babbling.

  • Usia 9 Bulan

Mulai bisa mengerti kata dasar seperti “Tidak” dan “Iya” dan akan berbicara beberapa kata yang tidak memiliki arti. Selain itu biasanya anak akan menoleh kepada orang yang memanggilnya.

  • Usia 12 Bulan

Bisa berbicara satu kata seperti “Papa”, “Mama”, “Mam”, maupun mengerti jika diberi perintah atau instruksi mudah, seperti “Ambil Botol”, dan juga akan memberi isyarat untuk memberitahu keinginannya, seperti menunjuk atau mengangkat tangan untuk minta gendong.

  • Usia 18 Bulan

Anak akan mengulang kata anda ucapkan dan akan mengangguk atau menggeleng jika ditanya. Anak akan menunjuk ke bagian tubuh atau benda yang orang lain sebutkan.

  • Usia 24 Bulan

Mulai bisa merangkai kata yang berarti, seperti “mau susu”, “mau mam” tidak berbicara satu kata lagi dan sudah memiliki setidaknya 50 kosakata.

Selain patokan dasar untuk kemampuan berbicara, ada juga patokan dalam mengkonsumsi makanan. Dalam Usia 12 Bulan Anak harus bisa makan dengan tekstur yang padat atau kasar.

Penyebab

Penyebab Speech Delay ada bermacam-macam, yaitu:

  • Bilingual atau Dua Bahasa

Hal ini terjadi ketika anak hidup di lingkungan dimana dia dibesarkan oleh dua bahasa yang berbeda. Orang tua yang memang ingin anaknya pintar bahasa lain dan sudah mengajarkan bahasa lain, seperti bahasa inggris juga bisa menjadi salah satu penyebabnya. Oleh karena itu lebih baik dikenalkan bahasa ibu terlebih dahulu sampai usia satu tahun atau lebih.

  • Kurang Latihan atau Stimulasi Bicara

Kurangnya latihan dalam berbicara atau memang anak jarang diajak bicara bisa menjadi salah satu penyebabnya. Stimulasi bicara ini sangat penting agar anak mempunyai dasar untuk berbicara dan mengingat banyak kosakata.

  • Terlalu Banyak Main Sendiri

Terlalu banyak main sendiri dan kurangnya stimulasi bicara terjadi bersamaan. Karena anak dibiarkan main sendiri, membuat anak tidak ada teman untuk berkomunikasi dan membuat anak menjadi asik dengan dunianya. Ketika sudah seperti ini, biasanya akan sulit untuk diatasi sendiri, karena jika ada orang lain ingin bermainnya bersamanya, bisa dianggap mengganggu olehnya.

  • Pasif

Anak yang jarang bermain bersama teman-teman seusianya atau selalu digendong oleh orang tuanya, akan membuat anak menjadi pasif. Anak akan sulit untuk berkomunikasi dengan teman seusianya, karena ketidaktahuan bagaimana cara berkomunikasi yang benar dan biasanya akan lebih manja jika terlalu sering bersama orang tuanya.

  • Terlalu Banyak Menonton TV atau Melihat Gadget

Menonton TV atau bermain Gadget lebih baik dijauhkan dulu sampai usia dua tahun. Bila yang ditonton adalah bahasa lain bukan bahasa ibu bisa menyebabkan Bilingual. Kebanyakan Menonton TV juga bisa mempengaruhi kerja otak yang belum bisa menangkap banyak hal yang ada dalam TV. Selain itu keadaan anak yang hanya mendengar saja juga dapat mempengaruhi anak menjadi pasif dalam berkomunikasi.

  • Mengalami Gangguan Pendengaran atau Tuli

Anak yang mengalami gangguan pendengaran tentu saja tidak akan bisa berkomunikasi dengan baik.  Anak yang tidak bisa mendengar dengan baik, tidak akan bisa berkomunikasi dengan baik pula. Jika anda pergi kedokter biasanya anak akan dipasang alat bantu dengar terlebih dahulu, baru setelah itu akan diterapi berbicara.

  • Mempunyai Hambatan Perkembangan Otak

Biasanya hal ini sering disebut dengan Retardasi Mental atau Disabilitas Intelektual. Anak yang memiliki retardasi mental biasanya akan mengalami kesulitan dalam berbicara.

  • Gangguan Oromotor

Gangguan oromotor biasanya juga ditandai dengan sulit makan, terutama makanan padat. Selain kesulitan dengan mengunyah makanan anak akan sulit juga untuk berbicara dikarena rongga mulu yang belum kuat.

Cara Mengatasinya

  • Ajarkan Bahasa Ibu 

Apa bila penyebabnya adalah bilingual, lebih baik mengajarkan Bahasa ibu terlebih dahulu. Dengan mengajarkan satu bahasa akan membuat anak banyak mengingat kosakata yang lebih mudah digunakan oleh orang-orang disekitarnya.

  • Bermain Bersama Sesering Mungkin

Anak yang banyak bermain dengan orang tuanya atau orang lain akan lebih mudah diajak berkomunikasi dan membuat anak tidak sibuk dengan dunianya sendiri.

  • Menemani ketika Menonton TV

Menonton TV memang lebih baik ditahan sampai umur anak minimal dua tahun, tetapi jika tidak bisa ditahan, lebih baik dampingi anak ketika menonton dan sambil ajak anak untuk berkomunikasi. Usahakan juga jangan beri tontonan yang terlalu banyak gambar atau gerakan karena bisa mempengaruhi kemampuan otaknya.

  • Gunakan Kata dan Kalimat yang benar dan Jelas

Mengajarkan anak dengan mengucapkan kata yang benar dan jelas agar anak dapat menirukan. Setelah anak sudah bisa mengingat kata-kata itu, cobalah untuk membuat kalimat pendek agar anak dapa mengerti dan mengikutinya juga.

  • Ajak Anak Bermain Bersama Teman Seusianya

Yang lebih mengerti pembicaraan anak biasanya itu anak-anak juga. Oleh karena itu mengajak anak untuk bermain dengan anak seusianya dapat membuat anak menjadi aktif dalam berkomunikasi dan belajar kosakata baru yang dia belum tau.

Speech Delay yang terjadi pada anak bisa dicegah sedini mungkin. Kenali patokan dan gejalanya agar anak anak terhindar dari Speech Delay. Jika memang anda telat menyadarinya atau ragu lebih baik konsultasi ke dokter anak, agar dapat penanganan yang tepat jika memang anak anda mengalami Keterlambatan Bicara.


Sumber: IDAI, Alodokter

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: